Gelar RUPST, Bintang Samudera (BSML) Sepakat Bagi Dividen Rp3 Miliar
Wednesday, April 17, 2024       20:23 WIB

IDXC hannel -PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk() baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pada Rabu (17/4/2024) lalu, dengan membahas sejumlah agenda penting.
Salah satunya, emiten jasa pengangkutan laut dan logistik tersebut memutuskan penggunaan laba bersih yang diraup sepanjang 2023 lalu, di antaranya, untuk dibagi ke pemegang saham sebagaidividen.
Sesuai hasil keputusan RUPST, nilai dividen total yang dibagi adalah sebesar Rp3 miliar. Sedangkan sisa dari laba bersih pasca pembagian dividen, yaitu sebesar Rp14,07 miliar, dicatat sebagai laba ditahan untuk membiayai kegiatan usaha perseroan.
"Dividen yang akan dibagikan dalam bentuk dividen tunai kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 25 Mei 2024 pukul 16.00 WIB," ujar Direktur Utama , David Desanan Anan Winowod, dalam keterangan resminya.
Sebagai perbandingan, menurut David, pada Mei 2023 lalu juga membagikan dividen sebesar Rp3 miliar, untuk tahun buku 2022. Sedangkan porsi laba ditahan saat itu tercatat sebesar Rp16,03 miliar.
David menjelaskan, alokasi penggunaan laba bersih sebagai dividen merupakan wujud komitmen perusahaan yang ingin memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
"Pembagian dividen tersebut sudah mempertimbangkan keuntungan atau saldo laba positif tahun fiskal dan kewajiban perusahaan untuk mengalokasikan dana cadangan sesuai dengan aturan yang berlaku dan kondisi keuangan. Tingkat pertumbuhan bisnis ke depan juga menjadi pertimbangan dalam pembagian dividen," tutur David.
David mengungkap, berhasil mencatatkan pencapaian yang positif di sepanjang 2023 lalu, di mana laba bersih perseroan mencapai Rp17,07 miliar, meningkat sebesar 6,56 persen dibandingkan dengan realisasi kinerja 2022, dengan laba Rp16,02 miliar.
Hal itu terbukti dengan kemampuan perseroan menurunkan beban pokok pendapatan hingga 11,5 persen menjadi Rp270,97 miliar pada 2023, dari Rp306,20 miliar pada 2022.
"Peningkatan laba bersih ini menunjukkan strategi perusahaan yang efektif dalam mengelola situasi ekonomi hingga berhasil menjaga profitabilitas," ungkap David.
Sejauh ini, dikatakan David, terus melakukan evaluasi agar dapat menerapkan kebijakan strategis yang tepat sehingga perseroan mampu secara konsisten menjaga pertumbuhan.
"Prospek usaha di 2024 ini terbilang cerah. Peningkatan aktivitas produksi dan kebutuhan akan bahan baku, energi, dan jasa angkutan, termasuk batu bara," papar David.
Dengan demikian, pun dapat memanfaatkan peluang atas peningkatan berbagai sumber daya alam yang menjadi bahan baku industri seperti nikel dan batu bara guna mendukung aktivitas industri yang berpotensi meningkat.
Produksi batu bara nasional pada 2023 masih mencatatkan pertumbuhan yang konsisten, sehingga dengan peningkatan tersebut perseroan dapat meraup potensi tingginya permintaan atas jasa angkutan laut, dan mendukung perusahaan-perusahaan pertambangan dalam mengangkut hasil tambang.
Di sisi lain kebijakan hilirisasi nikel, ditambah dengan meningkatnya popularitas mobil listrik menempatkan Indonesia di posisi yang sangat diuntungkan pada tren transisi mobil listrik masih menjadi salah satu faktor dalam meningkatnya kegiatan industri nikel dalam pangsa domestik.
"Hal ini menjadi salah satu pangsa pasar yang captive bagi perseroan terlibat dalam angkutan transportasi aktivitas produksi nikel," urai David.
Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha jasa angkutan moda laut dan penyediaan jasa logistik yang memiliki pengalaman selama lebih dari 10 tahun bergerak dibidang marine industry.
Kegiatan usaha utama perseroan adalah beroperasi dalam bidang Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang dan Jasa Logistik, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Entitas Anak.
Selain kegiatan usaha utama dalam angkutan laut tersebut, juga menyediakan produk dan jasa lain di antaranya Ship Management, Crew Management, Keagenan, penyaluran bahan bakar untuk industri.
Untuk kegiatan jasa layanan angkutan moda laut, perseroan fokus pada angkutan untuk barang komoditas tambang seperti batu bara dan nikel untuk kepentingan transportasi domestik maupun angkutan aktivitas pendukung untuk kepentingan ekspor.
Area operasi armada berada di perairan Indonesia seperti Sumatera bagian barat dan bagian selatan, Laut Jawa, Bengkulu, Selat Sunda, Selat Bali-NTB, Laut Sulawesi dan sekitarnya.
Saat ini, perseroan telah mengoperasikan 12 (dua) belas set kapal tug & barge baik milik sendiri dan juga armada sewa untuk mendukung peningkatan volume layanan perseroan.
"Perseroan berharap melalui strategi dan rencana bisnis yang terukur yang akan dijalankan Direksi serta dukungan dari seluruh stakeholer yang ada, perseroan dapat meningkatkan pangsa pasar dari sebelumnya sebesar dua persen menjadi sebesar enam persendalam lima tahun ke depan," jelas David.
Selain RUPST, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda penambahan modal ditempatkan dan disetor dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue
Perseroan akan menerbitkan saham baru atau rights issue dalam jumlah sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 25 per saham, yang akan dilaksanakan setelah efektifnya Pernyataan Pendaftaran.
RUPSLB juga menyetujui perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan peningkatan modal ini, dari 1.850.225.000 saham menjadi sebanyak-banyaknya 2.250.225.000 saham.
"Kepastian jumlah saham baru yang dikeluarkan, harga pelaksanaan rights issue, dan kepastian penggunaan dana dan jadwal akan ditentukan kemudian," tegas David.

Sumber : idxchannel.com

powered by: IPOTNEWS.COM